KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah “Critical Jurnal
Report”
Dalam pembuatan makalah ini,
penulis mendapat bantuan dari berbagai buku, maka pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada dosen. sebagai dosen pengampu mata kuliah “Filsafat
Pendidikan”
Penulis
menyadari dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca umumnya.
Medan
, 11 Oktober 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... I
DAFTAR
ISI......................................................................................................................... 4
BAB
1 PENDAHULUAN....................................................................................................
1.1 Latar
Belakang................................................................................................................. 5
1.2 Tujuan
Critical Journal ................................................................................................... 5
1.3 Manfaat
Critical Journal ................................................................................................. 6
1.4
Identitas Journal .............................................................................................................. 6
BAB
II RINGKASAN JURNAL..........................................................................................
2.1
Pendahuluan ................................................................................................................. 7
2.2
Ringkasan Isi Journal ..................................................................................................... 9
.
BAB
III PEMBAHASAN..................................................................................................... 11
3.1
Pembahasan Isi Journal .................................................................................................. 11
BAB
IV PENUTUP.............................................................................................................. 12
4.1
Kesimpulan...................................................................................................................... 12
4.2
Saran................................................................................................................................ 12
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LatarBelakang
Critikal journal review merupakan tugas yang mengharuskan mahasiswa dalam
melihat, menganalisa, dan menilai sebuah journal dalam segi tampilan, penulisan, isi, dan aspek tata bahasa journal tersebut.Sebagai penulis Critical journal review ini sangat penting dalam mengembangkan kualitas jurnal tersebut. Penulis dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan jurnal
yang ditulisnya.
Reviewers jug aberperan penting dalam meningkatkan kualitas jurnal. Pendapat yang beragam
dari Reviewer tidak dapat dipandang sebagai kritikan saja. Kritikan tersebut
harus bersifat membangun kualitas baik itu dari penampilan, penulisan, tata
bahasa, maupun isi dari jurnal tersebut. Dari kritikan yang beragam ini,
Reviewer harus bertanggungjawab dalam membuat Critical journal
Review Untuk itulah sikap
kehati-hatian dan kecermatan merupakan hal terpenting dalam meriview. Jika
mahasiswa terbiasa dalam meriview, tentunya pengalaman dan pengetahuan seorang
reviewers menjadi bertambah.
1.2 TujuanPenilaian CJR
·
Untuk menyelesaikan tugas Critical Jurnal review dalam mata kuliah
Perkembangan Peserta Didik.
·
Mampu berfikir sistematis dan kritis.
·
Mampu mengekspresikan pendapat dalam
memandang suatu jurnal yang akan direview.
·
Mampu menulis karya ilmiah
·
Mampu menyampaikan, menggunakan dan
mengaplikasikan ilmu mereview untuk menjadi susatu sistem yang terpada dalam
pengembangan keilmuannya.
1.3 Manfaat Penulisan CJR
·
Menambah wawasan pengetahuan tentang “Filsafat Pendidikan”
·
Mempermudah pembaca mendapatkan inti dari sebuah Journal yang
telah di lengkapi dengan ringkasan Journal , pembahasan isi Journal, serta
kekurangan dan kelebihan Journal tersebut.
·
Melatih siswa merumuskan serta mengambil kesimpulan-kesimpulan
atas Journal yang dianalisis tersebut.
1.4 Identitas Artikel dan Journal
Nama Journal : Filsafat Ilmu pendidikanUntuk
Indonesia
EdisiTerbit : 2013
Pengarang Artikel : Darwis A.
Soelaiman
Penerbit : Majelis
Pendidikan Mejelis Aceh
Kota Terbit : Aceh
Nomor ISSN : 1693 – 7775
Nama Journal : The education system in
Indonesia at a time of
significant changes
EdisiTerbit : 2014
Pengarang Artikel : Tatang suratno
Penerbit : Centre international
d'études pédagogiques
Kota Terbit :
Nomor ISSN : 1254-4590
BAB II
RINGKASAN ISI JURNAL I
2.1 Pendahuluan
Sinyalemen
para pakar pendidikan menunjukkan bahwa ilmu pendidikan dan filsafat pendidikan
di Indonesia telah mengalami stagnasi, artinya tidak berkembang sebagaimana
mestinya. Ilmu pendidikan sudah direduksi menjadi ilmu pengajar, dan filsafat
pendidikan tidak lagi dijadikan basis atau fondasi oleh guru dalam kegiatannya
mengajar. Kurikulum pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti
FKIP dan STKIP sudah gersang dengan mata kuliah ilmu pendidikan dan filsafat
pendidikan, sehingga calon guru lulusan LPTK itu tidak merasa perlu memahami
ilmu dan filsafat pendidikan kalau mengaja
Dalam
hal ini model yang dikembangkan adalah sebuah model terpadu dari 3 macam model
yang dibahas, yaitu: (1). Model Filosophis, (2) Model “Kemas Kedepan”
(Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa depan), dan (3) Model Siostem
Pemikiran 4 L (Pemikiran Lahir, Luhur, Logik, dan Lateral)
2.2 Deskripsi Isi Journal
RINGKASAN ISI JURNAL
a)
Eksistensi dan status ilmu pendidikan
di Indonesia
Ada sejumlah analisis yang telah
dilakukan oleh para pakar pendidikan Indonesia mengenai eksistensi atau status
Ilmu Pendidikan di Indonesia sekarang ini, antara lain oleh Ahmad Sanusi,
Mochtar Buchori, H.A.R. Tilaar, dan Winarno Surachkmad. Dalam tulisannya yang
berjudul “Ilmu Pendidikan di Indonesia Dewasa Ini” Professor Buchori (1988) sampai
kepada kesimpulan dengan mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia kini
sedang mengalami krisis identitas, antara lain karena ilmu pendidikan telah
direduksi ke taraf ilmu keguruan. Profesor Tilaar (1996) mengatakan bahwa ilmu
pendidikan di Indonesia sekarang ini adalah dalam keadaan buta dan tuli, karena
ilmu tersebut tidak ditopang oleh falsafah yang mendasari pendidikan nasional,
tidak memperhitungkan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk (bhinneka),
dan tidak didasarkan kepada pengetahuan yang nyata tentang perkembangan jiwa
dan fisik anak Indonesia, serta ilmu pendidikan itu tidak didukung oleh “body
of knowledge “ yang relevan dengan masyarakat Indonesia dan juga tidak didukung
oleh lembaga yang menjadi soko guru dari ilmu pendidikan di Indonesia. Profesor
Winano Surakhmad (1996) mengatakan bahwa ilmu pendidikan (bukan hanya di
Indonesia) merupakan ilmu yang kontra produktif, karena ilmu pendidikan itu
sekarang ini tidak memiliki daya pikat, bukan saja karena ia lamban dan statis,
tetapi juga karena tidak peka dan tidak menghiraukan aspirasi kemajuan
b) Alternatif
model untuk filsafat ilmu pendidikan Indonesia
a. MODEL FILOSOFIS : yaitu bertolak
dari analisis terhadap Filsafat Pendidikan Barat, Filsafat Pendidikan Islam,
dan Filsafat pendidikan Pancasila.
b. MODEL “KEMAS KEDEPAN” : (Kebudayaan,
Masyarakat, dan Kehidupan Masa Depan) yang bertolak dari analisis terhadap
masyarakat dan kebudayaan Indonesia serta kehidupan masa depan, atau analisis
sosio-budaya.
c. MODEL SISTIM PEMIKIRAN 4L (SP4L) :
yang merupakan pemikiran saintifik tentang manusia seutuhnya, terdiri dari
pemikiran LUHUR, Pemikiran LAHIR, Pemikiran LOGIK, dan Pemikiran LATERAL.
1.
Model filosofis (Filsafat Pendidikan Barat, Islam, dan Pancasila)
Dalam model ini dipertemukan antara
filsafat pendidikan Barat yang berakar pada alam pikiran masyarakat Barat,
filsafat pendidikan Islam, yang berakar pada ajaran agama Islam, dan filsafat
pendidikan Pancasila, yang berakar pada masyarakat dan budaya Indonesia. Ketika
filsafat pendidikan digunakan sebagai landasan dalam menyuusun dan
mengembangkan sistim pendidikan di Indonesia
2.
Model “kemas kedepan” (Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa Depan).
Antara pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan mempunyai
hubungan yang sangat erat, yang tidak mungkin ketiganya dipisahkan. Betapa erat
dan pentingnya hubungan-hubungan itu dengan sangat menarik, secara luas dan
mendalam telah diuraikan oleh Professor Tilaar dalam bukunya “Pendidikan,
Kebudayaan, dan
Masyarakat Madani Indonesia”. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah dari
dan untuk masyarakat,
masyarakat membuat kebudayaan, dan nilai-nilai kebudayaan ditrannsformasikan
melalui pendidikan. Pendidikan mempersiapkan individu dan masyarakat, dan
selanjutnya individu dan masyarakat menciptakan, melestrarikan, dan
mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan mempengaruhi manusia, manusia mempengaruhi
kebudayaan. Dengan demikian apabila kita perlu merumuskan bagaimana tujuan
pendidikan haruslah bertolak dari masyarakat dan kebudayaan, artinya dari
kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta dari nilai-nilai budaya masyarakatnya.
RINGKASAN ISI JUNAL 2
The
education system in Indonesia at a time of significant changes
Education in
the past centuries
Perkembangan pendidikan di Indonesia telah
dipengaruhi oleh prinsip-prinsip agama atau tradisional, kepentingan penguasa
yang berkuasa, dan semangat kedaulatan sebagai bangsa (Tilaar, 1995;
Djojonegoro, 1996; Mestoko et al., 1985). Pada zaman kuno, pendidikan di
kepulauan itu disampaikan melalui magang dalam pengaturan keluarga dan
masyarakat. Pada era kolonial Belanda (1600s – 1942), pendidikan hanya
ditujukan untuk sekelompok orang tertentu melalui klasifikasi sekolah
berdasarkan keturunan dan status sosial.
Interregnum
Krisis moneter pada akhir 1990-an memicu kesadaran publik tentang mereformasi rezim sentralistik sebagai bagian dari tuntutan untuk masyarakat yang demokratis dan adil. Dalam "Orde Reformasi" ini, ada dua peraturan baru yang relevan dengan masa depan sistem pendidikan nasional: otonomi daerah, dan minimum 20 persen dari anggaran negara yang dialokasikan untuk pendidikan
Untuk mendukung pencapaian pendidikan universal, pemerintah meluncurkan dana Bantuan Operasional Sekolah berdasarkan perhitungan biaya unit masing-masing siswa. Selain itu, undang-undang tersebut membantu beberapa sekolah dalam mematuhi standar nasional untuk menjadi “Sekolah Standar Internasional”
Curriculum, pedagogy, and assessment
Tujuan pendidikan dalam mengembangkan karakter bangsa telah disusupi oleh kepentingan pemerintah dalam menggambarkan masyarakat yang mereka bayangkan. Dalam reformasinya, pemerintah telah melakukan upaya serius untuk memodernisasi kurikulum terpusat melalui studi sistematis struktur program dan mata pelajaran inti berdasarkan "pembelajaran aktif" dan "proses pendekatan" (1975-1994). Upaya ini telah disertai dengan pelaksanaan ujian akhir yang bertujuan untuk menentukan kelulusan siswa dan memilih jalur mereka untuk pendidikan lebih lanjut. Namun, sekolah sebenarnya memiliki tingkat otoritas dalam menentukan kelulusan siswa.
Teacher
professionalism
Peran inspirasional yang dimainkan oleh para guru ketika mereka membangun dasar-dasar sistem pendidikan nasional membuat orang menganggap profesi mereka sebagai pekerjaan yang sangat dihormati dan diinginkan: para guru dianggap sebagai pembangun bangsa dan pemimpin masyarakat. Namun, program cepat untuk inisiatif pendidikan universal dengan cepat mempekerjakan ratusan ribu guru yang tidak siap. Karena sebagian besar guru adalah pegawai negeri dan mereka tersindikasi dalam satu-satunya perserikatan yang diakui oleh pemerintah, mereka diminta untuk memberikan kurikulum nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi, profesi lain mulai mengesampingkan status istimewa guru sebelumnya di masyarakat. Saat ini ada hampir 4 juta guru mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan menengah; di sekolah umum, swasta, dan Islam; dan dengan status pegawai negeri dan sementara, status kontrak berbasis sekolah. Perbedaan status menghasilkan selisih pendapatan
Education in
the “post” era
Bagaimana
seorang pelajar Indonesia dengan prestasi rendah dalam matematika, sains, dan
membaca merasa sangat bahagia di sekolah? Apa teori perubahan di balik paradoks
seperti itu? Pelajaran apa yang bisa dipelajari dan apa kemungkinan arah masa
depan?
Tidak
semua reformasi berhasil, terutama dalam hal hasil dan efek pada siswa.
Tujuannya berani dan berani, dan masalahnya jelas, tetapi solusi yang diusulkan
tidak sama seperti yang diharapkan. Mungkin saja rezim sebelumnya menggunakan
"gangguan" otokrasi (Hargreaves dan Shirley, 2009) untuk mempertahankan
kekuasaan mereka. Demikian pula, reformasi saat ini dapat dibutakan oleh
"driver salah" atau terinfeksi oleh "GERM", Gerakan
Reformasi Pendidikan Global (Sahlberg, 2011) yang memerlukan standarisasi,
peningkatan fokus pada mata pelajaran inti, kurikulum yang ditentukan, dan
meminjam ide-ide reformasi berorientasi pasar, dan akuntabilitas dan kontrol
tinggi. Ini dapat menghambat praktik pembelajaran yang mengembangkan
keterampilan berpikir tingkat tinggi dan mewujudkan kebajikan dan nilai-nilai
(Hargreaves dan Shirley, 2009)
BAB III
PEMBAHASAN/ANALISIS
3.1 Pembahasan Isi Journal
Kelebihan dan Kekurangan Isi Artikel Journal
1. Dari aspek ruang lingkup Isi Artikel ,
Kelebihan :
Artikel journal ini menurut saya cukup akurat Karena apa yang dibahas didalam nya berlandas kan hal positif yang harus bias dicontoh semua orang setidaknya orang orang bisa memimpin dirinya sendiri,telah diteliti terlebih dahulu dan lebih lanjut lagi sehingga hasilnya cukup jelas dan detail.
Kekurangan :
Didalam artikel journal ini membahas soal dimensi utama yang terdapat dalam Filsafat Pendidikan . Tetapi ,jurnal ini terlalu panjang jadi yang membaca jurnal ini bisa merasa jenuh walaupun bahasa yang digunakan begitu bagus.
2. Dari aspek tata bahasa dalam Isi Artikel ,
Kelebihan :
Karena journal ini dalam bahasa Inggris, menurut saya bahasa yang dipakai sangat baik dapat menanbah kosa kata bahasa inggris bagi pembaca.Dalama spek bahasa dapat dilihat bahwa bahasa yang digunakan sudah benar sesuai dengan tata bahasa yang diterapkan, dan bahasa yang digunakan juga sopan dan tidak menyinggung pembaca.
Kekurangan :
menurut saya,tidak ada kekurangan dalam artikel ini,Tetapi bahasa yang digunakan sudah bias dikatakan terlalu rumit untuk dimengerti untuk orang-orang yang kurang pengetahuannya dalam bahasa inggris.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari Journal ini Dapat disimpulkan Bahwa sejumlah analisis yang telah dilakukan oleh para pakar pendidikan Indonesia mengenai eksistensi atau status Ilmu Pendidikan di Indonesia sekarang ini, antara lain oleh Ahmad Sanusi, Mochtar Buchori, H.A.R. Tilaar, dan Winarno Surachkmad. Dalam tulisannya yang berjudul “Ilmu Pendidikan di Indonesia Dewasa Ini” Professor Buchori (1988) sampai kepada kesimpulan dengan mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia kini sedang mengalami krisis identitas, antara lain karena ilmu pendidikan telah direduksi ke taraf ilmu keguruan.
4.2 Saran
Membaca dan meriview isi dari artikel journal ini saya melihat pribadi individu Masih Banyak penuh dengan Kekurangan dalam berfilsafat Soal bidang keilmuan ,seharusnya penulis dapat lebih dalam dalam memahami materi yang di tulis di dalam journal tersebut
DAFTAR PUSTAKA
Barnadib, Imam (1996). Dasar-Dasar
Kependidikan : Memahami Makna dan perspektif Beberapa Teori
Pendidikan. Penerbit Ghalia
Indonesia. Jakarta.
Belth,M (1965). Education as a
discipline, Boston: Ally and Bacon.
Buchari, Mochtar (1988). Ilmu
Pendidikan di Indonesia Dewasa ini, Kompas, November 1988.
Buchari, Mochtar (1994). Ilmu
Pendidikan dan Praktek Pendidikan dalam Renungan, IKIP Muhammadiyah
Press. Jakarta.
Christensen, James E. (1981).
Prespectives on Education as Educology. University Press of America.
De Porter, Bobbi & Mermacki,
Mike (1994). Quantum Leraning : Membiasakan Belajar Nyaman dan
Menyenangkan (Terjemahan). Penerbit
Kaifa. Bandung.
Edward de Bono (1981). Atlas of
Management Thinking, London : Penguin Books.
Edward de Bono (1985). Six Thinking
Hats, London : Penguin Books.
Hirst, Paul H. (1966). Educational
Theory (Dalam The Study of Education, J.W. Tibble (Ed). Routledge and
Kegan Paul. London.
Manan, Imran (1996). Beberapa
Pikiran Awal dalam Membahas Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia -
Suatu Tinjauan Antropologis (Dalam
Mochtar Buchori Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia),
IKIP Muhammadiyah Press. Jakarta.
Masanori Moritami (1982). Japanese
Technology. Tokyo : Simul Press.
Mohd. Yusof Hasan (1994). Pemikiran
Saintifik (SP4L). Sekolah Bahasa dan Pemikiran Saintifik, Universiti
Utara Malaysia.
O’Connor, D.J. (1972). The Nature
of Educational Theory
Oliva, Peter F. (1988). Developing
The Curriculum (Second Ed). Harper Collins Publisher.
Sanusi, Achmad (1989). Beberapa
Gagasan Tentang Kedudukan, Struktur Ilmu Pendidikan dan Arah
Pengembangannya. Jurnal Pendidikan
ISPI no. 3. januari 1990.
Semiawan, Conny R; Putrawan, I
Made, dan setiawan, th I (1988). Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu.
Remadja Karya, CV. Bandung.
Surakhmad, Winarno (1996).
Reorientasi Ilmu Pendidikan dari Segi Konseptual dan Kontekstual (dalam
Reorientasi Ilmu Pendidikan di
Indonesia), IKIP Muhammadiyah Press. Jakarta.
Tilaar, H.A.R (1996). Menuju Ilmu
Pendidikan Pembangunan di Indonesia (Dalam Reorientasi Ilmu Pendidikan
di Indonesia), IKIP Muhammadiyah Press.
Buchori, M. (2007).Evolusipendidikan
di Indonesia. Dari Kweekschoolsampaike IKIP: 1852–1998 (Evolution of Education
in Indonesia. FromKweekschoolto Institute of Teaching and Educational Sciences:
1852–1998). Yogyakarta: Insist Press.
Chang, M., Shaeffer, S.,
Al-Samarrai, S., Ragatz, A., Ree, J. andStevenson, R. (2014).Teacher Reform in
Indonesia.The Role of Politics and Evidence in Policy Making. Washington, DC:
World Bank,Directions in Development. DOI:10.1596/978-0-8213-9829-6.
Dewantara, Ki Hadjar
(1962). Karja Part IIA: Pendikian [Education]. Jogyajarta: Pertejetakan Taman
Siswa.
Djojonegoro, W. (1996).Lima
puluhtahunperkembanganpendidikan Indonesia(Fifty Years of
Indonesian Educational Development).
Jakarta:BadanPenelitiandanPengembanganPendidikandanKebudayaan.
DepartemenPendidikandanKebudayaan.
Hargreaves, A., & Shirley, D. (2009).The
Fourth Way: The Inspiring Future of Educational Change.
Thousand Oaks, CA: Corwin.
Jalal, F., andMusthafa, B. (2001).Education
Reform in the Context of Regional Autonomy: The Case
of Indonesia. Jakarta:
Ministry of National Education and National Development Agency – Republic of
Indonesia, and the World Bank.
Jalal, F., Samani, M.,
Chang, M., Stevenson, R., Ragatz, A., and Negara, S. (2009). Teacher
Certification in Indonesia: A Strategy for Teacher Quality Improvement.Jakarta:
DepartemenPendidikanNasionalRepublik Indonesia.
MadjelisLuhurPersatuan Taman Siswa (1962).Karja
Ki HajarDewantara. BagianPertama:
Pendidikan(The Works of Ki HajarDewantara: First
Volume: Education). Yogyakarta:
PertjetakanTamanSiswa.
Mestoko, S., Bachtiar
S,.Sunityo,.andArif, Z. (1985). Pendidikan di Indonesia. Dari jamankejaman
(Education in Indonesia: From Time to Time). Jakarta: BalaiPustaka.
Sahlberg, P. (2011). Finnish Lessons: What Can
the World Learn from Educational Change in
Finland? New York: Teachers College Press.
Suratno, T.
(2014).Learning Community in an Indonesian Primary School: A Dialogue. Speech
delivered at the First International Conference on School as Learning
Community. Gakushuin University, Tokyo,March 8–10, 2014
Tilaar,
H. (1995). 50 tahunpembangunanpendidikannasional
1945–1995.Suatuanalisiskebijakan (50 Years of National Education Development
1945–1995: A Policy Analysis). Jakarta: Grasindo.
World
Bank (1998).Education in Indonesia: From Crisis to Recovery. Education Sector
Unit, East Asia and Pacific Regional Office.
Entah kenapa, terkadang saya suka berkomunikasi dengan diri saya sendiri
ReplyDeleteHai Juga :v
Delete