Thursday, 12 December 2019

CRITICAL JURNAL REVIEW FILSAFAT PENDIDIKAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Critical Jurnal Report”
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai buku, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen. sebagai dosen pengampu mata kuliah “Filsafat Pendidikan”
            Penulis menyadari dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.


                                                                                                                        Medan , 11 Oktober 2018

                                                                                                                                                                                   




             DAFTAR ISI
      
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... I
DAFTAR ISI......................................................................................................................... 4
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................................................
1.1 Latar Belakang................................................................................................................. 5
1.2 Tujuan Critical Journal ................................................................................................... 5
1.3 Manfaat Critical Journal ................................................................................................. 6
1.4 Identitas Journal .............................................................................................................. 6
BAB II RINGKASAN JURNAL..........................................................................................
2.1 Pendahuluan   ................................................................................................................. 7
2.2 Ringkasan Isi Journal ..................................................................................................... 9
.
BAB III PEMBAHASAN..................................................................................................... 11
3.1 Pembahasan Isi Journal .................................................................................................. 11
BAB IV PENUTUP.............................................................................................................. 12
4.1 Kesimpulan...................................................................................................................... 12
4.2 Saran................................................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 13





BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LatarBelakang

Critikal journal review merupakan tugas yang mengharuskan mahasiswa dalam melihat, menganalisa, dan menilai sebuah journal dalam segi tampilan, penulisan, isi, dan aspek tata bahasa journal tersebut.Sebagai penulis  Critical  journal review ini sangat penting dalam mengembangkan kualitas jurnal tersebut. Penulis dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan jurnal yang ditulisnya.
Reviewers jug aberperan penting dalam meningkatkan kualitas jurnal. Pendapat yang beragam dari Reviewer tidak dapat dipandang sebagai kritikan saja. Kritikan tersebut harus bersifat membangun kualitas baik itu dari penampilan, penulisan, tata bahasa, maupun isi dari jurnal tersebut. Dari kritikan yang beragam ini, Reviewer harus bertanggungjawab dalam membuat Critical journal Review Untuk itulah sikap kehati-hatian dan kecermatan merupakan hal terpenting dalam meriview. Jika mahasiswa terbiasa dalam meriview, tentunya pengalaman dan pengetahuan seorang reviewers menjadi bertambah.

1.2  TujuanPenilaian CJR

·         Untuk menyelesaikan tugas Critical Jurnal review dalam mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
·         Mampu berfikir sistematis dan kritis.
·         Mampu mengekspresikan pendapat dalam memandang suatu jurnal yang akan direview.
·         Mampu menulis karya ilmiah
·         Mampu menyampaikan, menggunakan dan mengaplikasikan ilmu mereview untuk menjadi susatu sistem yang terpada dalam pengembangan keilmuannya.




1.3  Manfaat Penulisan CJR
·              Menambah wawasan pengetahuan tentang “Filsafat Pendidikan”
·              Mempermudah pembaca mendapatkan inti dari sebuah Journal yang telah di lengkapi dengan ringkasan Journal , pembahasan  isi Journal, serta kekurangan dan kelebihan Journal  tersebut.
·              Melatih siswa merumuskan serta mengambil kesimpulan-kesimpulan atas Journal  yang dianalisis tersebut.

1.4  Identitas Artikel dan Journal

Nama Journal              : Filsafat Ilmu pendidikanUntuk Indonesia
EdisiTerbit                  : 2013
Pengarang Artikel       : Darwis A. Soelaiman
Penerbit           : Majelis Pendidikan Mejelis Aceh
Kota Terbit      : Aceh
Nomor ISSN   : 1693 – 7775


Nama Journal               : The education system in Indonesia at a time of
significant changes
EdisiTerbit                   : 2014
Pengarang Artikel       : Tatang suratno
Penerbit           :  Centre international d'études pédagogiques
Kota Terbit      :
Nomor ISSN   : 1254-4590









BAB II

RINGKASAN ISI  JURNAL I

 

2.1  Pendahuluan

       Sinyalemen para pakar pendidikan menunjukkan bahwa ilmu pendidikan dan filsafat pendidikan di Indonesia telah mengalami stagnasi, artinya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Ilmu pendidikan sudah direduksi menjadi ilmu pengajar, dan filsafat pendidikan tidak lagi dijadikan basis atau fondasi oleh guru dalam kegiatannya mengajar. Kurikulum pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti FKIP dan STKIP sudah gersang dengan mata kuliah ilmu pendidikan dan filsafat pendidikan, sehingga calon guru lulusan LPTK itu tidak merasa perlu memahami ilmu dan filsafat pendidikan kalau mengaja

Dalam hal ini model yang dikembangkan adalah sebuah model terpadu dari 3 macam model yang dibahas, yaitu: (1). Model Filosophis, (2) Model “Kemas Kedepan” (Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa depan), dan (3) Model Siostem Pemikiran 4 L (Pemikiran Lahir, Luhur, Logik, dan Lateral)


2.2  Deskripsi Isi Journal

RINGKASAN ISI JURNAL

a)      Eksistensi dan status ilmu pendidikan di Indonesia
Ada sejumlah analisis yang telah dilakukan oleh para pakar pendidikan Indonesia mengenai eksistensi atau status Ilmu Pendidikan di Indonesia sekarang ini, antara lain oleh Ahmad Sanusi, Mochtar Buchori, H.A.R. Tilaar, dan Winarno Surachkmad. Dalam tulisannya yang berjudul “Ilmu Pendidikan di Indonesia Dewasa Ini” Professor Buchori (1988) sampai kepada kesimpulan dengan mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia kini sedang mengalami krisis identitas, antara lain karena ilmu pendidikan telah direduksi ke taraf ilmu keguruan. Profesor Tilaar (1996) mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia sekarang ini adalah dalam keadaan buta dan tuli, karena ilmu tersebut tidak ditopang oleh falsafah yang mendasari pendidikan nasional, tidak memperhitungkan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk (bhinneka), dan tidak didasarkan kepada pengetahuan yang nyata tentang perkembangan jiwa dan fisik anak Indonesia, serta ilmu pendidikan itu tidak didukung oleh “body of knowledge “ yang relevan dengan masyarakat Indonesia dan juga tidak didukung oleh lembaga yang menjadi soko guru dari ilmu pendidikan di Indonesia. Profesor Winano Surakhmad (1996) mengatakan bahwa ilmu pendidikan (bukan hanya di Indonesia) merupakan ilmu yang kontra produktif, karena ilmu pendidikan itu sekarang ini tidak memiliki daya pikat, bukan saja karena ia lamban dan statis, tetapi juga karena tidak peka dan tidak menghiraukan aspirasi kemajuan
b)     Alternatif model untuk filsafat ilmu pendidikan Indonesia
a.       MODEL FILOSOFIS : yaitu bertolak dari analisis terhadap Filsafat Pendidikan Barat, Filsafat Pendidikan Islam, dan Filsafat pendidikan Pancasila.

b.      MODEL “KEMAS KEDEPAN” : (Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa Depan) yang bertolak dari analisis terhadap masyarakat dan kebudayaan Indonesia serta kehidupan masa depan, atau analisis sosio-budaya.

c.       MODEL SISTIM PEMIKIRAN 4L (SP4L) : yang merupakan pemikiran saintifik tentang manusia seutuhnya, terdiri dari pemikiran LUHUR, Pemikiran LAHIR, Pemikiran LOGIK, dan Pemikiran LATERAL.

1.      Model  filosofis (Filsafat Pendidikan Barat, Islam, dan Pancasila)

Dalam model ini dipertemukan antara filsafat pendidikan Barat yang berakar pada alam pikiran masyarakat Barat, filsafat pendidikan Islam, yang berakar pada ajaran agama Islam, dan filsafat pendidikan Pancasila, yang berakar pada masyarakat dan budaya Indonesia. Ketika filsafat pendidikan digunakan sebagai landasan dalam menyuusun dan mengembangkan sistim pendidikan di Indonesia

2.      Model  “kemas kedepan” (Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa Depan).

Antara pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan mempunyai hubungan yang sangat erat, yang tidak mungkin ketiganya dipisahkan. Betapa erat dan pentingnya hubungan-hubungan itu dengan sangat menarik, secara luas dan mendalam telah diuraikan oleh Professor Tilaar dalam bukunya “Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia”. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah dari dan untuk masyarakat, masyarakat membuat kebudayaan, dan nilai-nilai kebudayaan ditrannsformasikan melalui pendidikan. Pendidikan mempersiapkan individu dan masyarakat, dan selanjutnya individu dan masyarakat menciptakan, melestrarikan, dan mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan mempengaruhi manusia, manusia mempengaruhi kebudayaan. Dengan demikian apabila kita perlu merumuskan bagaimana tujuan pendidikan haruslah bertolak dari masyarakat dan kebudayaan, artinya dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta dari nilai-nilai budaya masyarakatnya.
RINGKASAN ISI JUNAL 2
The education system in Indonesia at a time of significant changes

Education in the past centuries

       Perkembangan pendidikan di Indonesia telah dipengaruhi oleh prinsip-prinsip agama atau tradisional, kepentingan penguasa yang berkuasa, dan semangat kedaulatan sebagai bangsa (Tilaar, 1995; Djojonegoro, 1996; Mestoko et al., 1985). Pada zaman kuno, pendidikan di kepulauan itu disampaikan melalui magang dalam pengaturan keluarga dan masyarakat. Pada era kolonial Belanda (1600s – 1942), pendidikan hanya ditujukan untuk sekelompok orang tertentu melalui klasifikasi sekolah berdasarkan keturunan dan status sosial.
Interregnum

Krisis moneter pada akhir 1990-an memicu kesadaran publik tentang mereformasi rezim sentralistik sebagai bagian dari tuntutan untuk masyarakat yang demokratis dan adil. Dalam "Orde Reformasi" ini, ada dua peraturan baru yang relevan dengan masa depan sistem pendidikan nasional: otonomi daerah, dan minimum 20 persen dari anggaran negara yang dialokasikan untuk pendidikan

Untuk mendukung pencapaian pendidikan universal, pemerintah meluncurkan dana Bantuan Operasional Sekolah berdasarkan perhitungan biaya unit masing-masing siswa. Selain itu, undang-undang tersebut membantu beberapa sekolah dalam mematuhi standar nasional untuk menjadi “Sekolah Standar Internasional”

Curriculum, pedagogy, and assessment   

Tujuan pendidikan dalam mengembangkan karakter bangsa telah disusupi oleh kepentingan pemerintah dalam menggambarkan masyarakat yang mereka bayangkan. Dalam reformasinya, pemerintah telah melakukan upaya serius untuk memodernisasi kurikulum terpusat melalui studi sistematis struktur program dan mata pelajaran inti berdasarkan "pembelajaran aktif" dan "proses pendekatan" (1975-1994). Upaya ini telah disertai dengan pelaksanaan ujian akhir yang bertujuan untuk menentukan kelulusan siswa dan memilih jalur mereka untuk pendidikan lebih lanjut. Namun, sekolah sebenarnya memiliki tingkat otoritas dalam menentukan kelulusan siswa.
Teacher professionalism

Peran inspirasional yang dimainkan oleh para guru ketika mereka membangun dasar-dasar sistem pendidikan nasional membuat orang menganggap profesi mereka sebagai pekerjaan yang sangat dihormati dan diinginkan: para guru dianggap sebagai pembangun bangsa dan pemimpin masyarakat. Namun, program cepat untuk inisiatif pendidikan universal dengan cepat mempekerjakan ratusan ribu guru yang tidak siap. Karena sebagian besar guru adalah pegawai negeri dan mereka tersindikasi dalam satu-satunya perserikatan yang diakui oleh pemerintah, mereka diminta untuk memberikan kurikulum nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi, profesi lain mulai mengesampingkan status istimewa guru sebelumnya di masyarakat. Saat ini ada hampir 4 juta guru mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan menengah; di sekolah umum, swasta, dan Islam; dan dengan status pegawai negeri dan sementara, status kontrak berbasis sekolah. Perbedaan status menghasilkan selisih pendapatan

Education in the “post” era

Bagaimana seorang pelajar Indonesia dengan prestasi rendah dalam matematika, sains, dan membaca merasa sangat bahagia di sekolah? Apa teori perubahan di balik paradoks seperti itu? Pelajaran apa yang bisa dipelajari dan apa kemungkinan arah masa depan?

Tidak semua reformasi berhasil, terutama dalam hal hasil dan efek pada siswa. Tujuannya berani dan berani, dan masalahnya jelas, tetapi solusi yang diusulkan tidak sama seperti yang diharapkan. Mungkin saja rezim sebelumnya menggunakan "gangguan" otokrasi (Hargreaves dan Shirley, 2009) untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Demikian pula, reformasi saat ini dapat dibutakan oleh "driver salah" atau terinfeksi oleh "GERM", Gerakan Reformasi Pendidikan Global (Sahlberg, 2011) yang memerlukan standarisasi, peningkatan fokus pada mata pelajaran inti, kurikulum yang ditentukan, dan meminjam ide-ide reformasi berorientasi pasar, dan akuntabilitas dan kontrol tinggi. Ini dapat menghambat praktik pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan mewujudkan kebajikan dan nilai-nilai (Hargreaves dan Shirley, 2009)


BAB III
PEMBAHASAN/ANALISIS
 
3.1  Pembahasan Isi Journal 
Kelebihan dan Kekurangan Isi Artikel Journal 
1.      Dari aspek ruang lingkup Isi Artikel , 
Kelebihan :
         Artikel journal ini menurut saya cukup akurat Karena apa yang dibahas didalam nya berlandas kan hal positif yang harus bias dicontoh semua orang setidaknya orang orang bisa memimpin dirinya sendiri,telah diteliti terlebih dahulu dan lebih lanjut lagi sehingga hasilnya cukup jelas dan detail.
Kekurangan :
         Didalam artikel journal ini membahas soal dimensi utama yang terdapat dalam Filsafat Pendidikan . Tetapi ,jurnal ini terlalu panjang jadi yang membaca jurnal ini bisa merasa jenuh walaupun bahasa yang digunakan begitu bagus.
2.      Dari aspek tata bahasa dalam Isi Artikel , 
Kelebihan :
         Karena journal ini dalam bahasa Inggris, menurut saya bahasa yang dipakai sangat baik dapat menanbah kosa kata bahasa inggris bagi pembaca.Dalama spek bahasa dapat dilihat bahwa bahasa yang digunakan sudah benar sesuai dengan tata bahasa yang diterapkan, dan bahasa yang digunakan juga sopan dan tidak menyinggung pembaca.
Kekurangan :
menurut saya,tidak ada kekurangan dalam artikel ini,Tetapi bahasa yang digunakan sudah bias dikatakan terlalu rumit untuk dimengerti untuk orang-orang yang kurang pengetahuannya dalam bahasa inggris.
 
BAB IV
PENUTUP
 
4.1 Kesimpulan
         Dari Journal ini Dapat disimpulkan Bahwa sejumlah analisis yang telah dilakukan oleh para pakar pendidikan Indonesia mengenai eksistensi atau status Ilmu Pendidikan di Indonesia sekarang ini, antara lain oleh Ahmad Sanusi, Mochtar Buchori, H.A.R. Tilaar, dan Winarno Surachkmad. Dalam tulisannya yang berjudul “Ilmu Pendidikan di Indonesia Dewasa Ini” Professor Buchori (1988) sampai kepada kesimpulan dengan mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia kini sedang mengalami krisis identitas, antara lain karena ilmu pendidikan telah direduksi ke taraf ilmu keguruan.
4.2 Saran 
         Membaca dan meriview isi dari artikel journal ini saya melihat pribadi individu Masih Banyak penuh dengan Kekurangan dalam berfilsafat Soal bidang keilmuan ,seharusnya penulis dapat lebih dalam dalam memahami materi yang di tulis di dalam journal tersebut 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                                    DAFTAR PUSTAKA
Barnadib, Imam (1996). Dasar-Dasar Kependidikan : Memahami Makna dan perspektif Beberapa Teori
Pendidikan. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.
Belth,M (1965). Education as a discipline, Boston: Ally and Bacon.
Buchari, Mochtar (1988). Ilmu Pendidikan di Indonesia Dewasa ini, Kompas, November 1988.
Buchari, Mochtar (1994). Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan dalam Renungan, IKIP Muhammadiyah
Press. Jakarta.
Christensen, James E. (1981). Prespectives on Education as Educology. University Press of America.
De Porter, Bobbi & Mermacki, Mike (1994). Quantum Leraning : Membiasakan Belajar Nyaman dan
Menyenangkan (Terjemahan). Penerbit Kaifa. Bandung.
Edward de Bono (1981). Atlas of Management Thinking, London : Penguin Books.
Edward de Bono (1985). Six Thinking Hats, London : Penguin Books.
Hirst, Paul H. (1966). Educational Theory (Dalam The Study of Education, J.W. Tibble (Ed). Routledge and
Kegan Paul. London.
Manan, Imran (1996). Beberapa Pikiran Awal dalam Membahas Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia -
Suatu Tinjauan Antropologis (Dalam Mochtar Buchori Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia),
IKIP Muhammadiyah Press. Jakarta.
Masanori Moritami (1982). Japanese Technology. Tokyo : Simul Press.
Mohd. Yusof Hasan (1994). Pemikiran Saintifik (SP4L). Sekolah Bahasa dan Pemikiran Saintifik, Universiti
Utara Malaysia.
O’Connor, D.J. (1972). The Nature of Educational Theory
Oliva, Peter F. (1988). Developing The Curriculum (Second Ed). Harper Collins Publisher.
Sanusi, Achmad (1989). Beberapa Gagasan Tentang Kedudukan, Struktur Ilmu Pendidikan dan Arah
Pengembangannya. Jurnal Pendidikan ISPI no. 3. januari 1990.
Semiawan, Conny R; Putrawan, I Made, dan setiawan, th I (1988). Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu.
Remadja Karya, CV. Bandung.
Surakhmad, Winarno (1996). Reorientasi Ilmu Pendidikan dari Segi Konseptual dan Kontekstual (dalam
Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia), IKIP Muhammadiyah Press. Jakarta.
Tilaar, H.A.R (1996). Menuju Ilmu Pendidikan Pembangunan di Indonesia (Dalam Reorientasi Ilmu Pendidikan
di Indonesia), IKIP Muhammadiyah Press.
Buchori, M. (2007).Evolusipendidikan di Indonesia. Dari Kweekschoolsampaike IKIP: 1852–1998 (Evolution of Education in Indonesia. FromKweekschoolto Institute of Teaching and Educational Sciences: 1852–1998). Yogyakarta: Insist Press.

Chang, M., Shaeffer, S., Al-Samarrai, S., Ragatz, A., Ree, J. andStevenson, R. (2014).Teacher Reform in Indonesia.The Role of Politics and Evidence in Policy Making. Washington, DC: World Bank,Directions in Development. DOI:10.1596/978-0-8213-9829-6.

Dewantara, Ki Hadjar (1962). Karja Part IIA: Pendikian [Education]. Jogyajarta: Pertejetakan Taman Siswa.

Djojonegoro, W. (1996).Lima puluhtahunperkembanganpendidikan Indonesia(Fifty Years of

Indonesian Educational Development).

Jakarta:BadanPenelitiandanPengembanganPendidikandanKebudayaan.

DepartemenPendidikandanKebudayaan.

Hargreaves, A., & Shirley, D. (2009).The Fourth Way: The Inspiring Future of Educational Change.

Thousand Oaks, CA: Corwin.

Jalal, F., andMusthafa, B. (2001).Education Reform in the Context of Regional Autonomy: The Case

of Indonesia. Jakarta: Ministry of National Education and National Development Agency – Republic of Indonesia, and the World Bank.

Jalal, F., Samani, M., Chang, M., Stevenson, R., Ragatz, A., and Negara, S. (2009). Teacher Certification in Indonesia: A Strategy for Teacher Quality Improvement.Jakarta: DepartemenPendidikanNasionalRepublik Indonesia.

MadjelisLuhurPersatuan Taman Siswa (1962).Karja Ki HajarDewantara. BagianPertama:

Pendidikan(The Works of Ki HajarDewantara: First Volume: Education). Yogyakarta:

PertjetakanTamanSiswa.

Mestoko, S., Bachtiar S,.Sunityo,.andArif, Z. (1985). Pendidikan di Indonesia. Dari jamankejaman (Education in Indonesia: From Time to Time). Jakarta: BalaiPustaka.

Sahlberg, P. (2011). Finnish Lessons: What Can the World Learn from Educational Change in

Finland? New York: Teachers College Press.

Suratno, T. (2014).Learning Community in an Indonesian Primary School: A Dialogue. Speech delivered at the First International Conference on School as Learning Community. Gakushuin University, Tokyo,March 8–10, 2014




 CJR FILSAFAT PENDIDIKAN UNIMED


Tilaar, H. (1995). 50 tahunpembangunanpendidikannasional 1945–1995.Suatuanalisiskebijakan (50 Years of National Education Development 1945–1995: A Policy Analysis). Jakarta: Grasindo.

World Bank (1998).Education in Indonesia: From Crisis to Recovery. Education Sector Unit, East Asia and Pacific Regional Office.



 
SafelinkU | Shorten your link and earn money

2 comments: