Thursday, 12 December 2019

CBR FILSAFAT PENDIDIKAN

CBR FILSAFAT PENDIDIKAN DISUSUN OLEH : NAMA MAHASISWA : XXXXXXX NIM : DOSEN PENGAMPU : MATA KULIAH : FILSAFAT PENDIDIKAN JURUSAN FISIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2030 KATA PENGANTAR Pertama-tama kami mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sebab telah memberikan rahmat dan karuniaNya serta kesehatan kepada kami, sehingga mampu menyelesaikan Critical book report ini yang berjudul “ ”. Cbr ini di buat untuk memenuhi salah satu mata kuliah kami yaitu ”Filsafat pendidikan” Cjr ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua dapat bertambah. Kami menyadari bahwa Cjr ini masih jauh dari kesempurnaan. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap pembaca Apabila dalam membuat Cjr ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, kami mohon maaf karena sesungguhnya manusia itu pasti mempunyai salah. Hanya Maha Kuasa yang paling sempurna, karena ilmu kami belum seberapa banyak.Karena itu kami sangat menantikan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun guna sempurna nya makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga Cjr ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi siapa saja yang memerlukannya dimasa yang akan datang. Medan, 17 Oktober 2030 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang…………………………………………………………………………. 1.2 Rumusan masalah……………………………………………………………………... 1.3 Tujuan penulisan………………………………………………………………………. 1.4 Identitas buku………………………………………………………………………….. BAB II RINGASAN 1.1 ringkasan……………………………………………………………. ………………… BAB III KEUNGGULAN 1.1 Keunggulan ………….…………………………………………………...................... BAB IV KELEMAHAN 1.1 Kelemahan …………..……………………………………………………………….. BAB V PENUTUP 1.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………… 1.2 Saran…………………………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam dunia pendidikan dan pengajaran yang menjadi fokus perhatian adalah peserta didiknya, baik itu di Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, maupun perguruan tinggi. Dalam kaitan dengan pendidikan anak usia SD, guru harus mengetahui benar sifat sifat tersebut agar dapat memberikan pembinaan dengan baik untuk meningkatkan potensi kecerdasan dan kemampuan anak sesuai harapan orang tua dan masyarakat. Pemahaman pada diri peserta didik mempunyai makna bahwa guru mengenal betul kelebihan dan kelemahan peserta didik sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang tepat dan bermanfaat bagi masing masing anak. Filsafat sudah sebagai ilmu pengetahuan yang membingungkan, dan banyak kalangan yang mempelajari filsafat berakhir dengan rasa pusing dan ketidakmengrtian. Usia filsafat sudah memberikan bentuk-bentuk pemikiran yang bervariasi, juga telah melahirkan berbagai aliran dan paham yang mengideologis. Dalam filsafat juga menguraikan pendidikan karakter, yaitu pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kepribadian bangsa yang digali dari keyakinan yang beragama, kebudayaan, dan kreatifan lokal, serta kesucian hati nurani manusia yang merupakan 1.2 Tujuan • Menanambah pengetahuan tentang aliran – aliran filsafat pendidikan dan melengkapi tugas perkulliahan mata kulliah filsafat pendidikan • Meningkatkan daya analisa dan pengetahuan berkaitan dengan filsafat pendidikan • Menguatkan kemampuan melakukan cbr terhadap suatu buku 1.3 Manfaat • Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang Critical book report • Membantu memahami karakteristik filsafat pendidikan • Membantu memahami perkembangan filsafat pendidikan dalam negeri. • Memilik pengetahuan dan keterampilan tentang filsafat pendidkan • Untuk mengetahui banyak hal tentang buku 1.4 identitas buku 1. Judul buku : Filsafat Pendidikan 2. Pengarang/penulis : ketua Drs.Edward purba , M.Si, anggota prof.yusnadi,ms 3. Penerbit : unimed press 4. Tahun terbit : 2017 5. Kota terbit : medan 6. Tebal buku : 180 halaman 7. Ukuran : 17 x 25 cm BAB II RINGKASAN 1. Bab I: Pengertian Filsafat Dan Filsafat Pendidikan a. Pengertian filsafat - Secara etimologi : kata filsafat dalam bahasa inggris philosophy dan dalan bahasa arab falsafash yang keduanya dari bahasa yunani yakni, philosophia yang terdiri dari 2 kata yakni, philein(cinta) dan shopia (kebijaksanaan). Sehingga filsafat berarti cinta kebijaksaan. - Secara terminology : filsafat diawali dengan adanya keragu-raguan yang menimbulkan banyak hal yang dipertanyakan. - Menurut para ahli Plato : filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Aristoteles : filasafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang terkandung di dslsm ilmu-ilmu metsafisika, logika, retorika, etika, ekonomi politik, dan estetika. Al Faribi : filsafat adalah pengetahuan tentang alam, wujud bagaimana hakikat tang sebenarnya. Ali mudhofir : memberikan berbagai arti filsafat yang beragam: Filsafat sebagai sifat Filsafat sebagai suatu metode Filsafat sebagai kelompok persoalan Filsafat sebagai sekelompok teori atau sistem pemikiran Filsafat sebagai analisis logis Dengan memperhatikan pengertian-pengertian yang dijelakan diatas, dapat diambil sebagai kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam sampai pada hakekatnya dengan menggunakan akal atau pikiran. • Tujuan dan ciri-ciri pikiran kefilsafatan Tujuan : untuk mencari hakikat dari sesuatu gejala atau fenomena secara mendalam. Ciri-ciri pikiran kefilsafatan : dengan pikiran berfilsafat seseorang tidak akan menganggap sesuatu masalah yang manapun sebagai hal sepele, tidak akan mudah dipengaruhi eleh sesuatu, bersikap bebas, dapat mengatasi suatu prasangka tertentu, bersikap jujur, menanyakan kebenaran perbuatan tertentu dan pada akhinya akan menemukan kebenaran. • Alasan Berfilsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat yakni; keheranan, kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan. • Peranan Filsafat Ada tiga peranan filsafat yakni; pendobrak, pembebas, dan pembimbing. b. Pengertian Filsafat pendidikan Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, dimana pendidikan merupakan usaha sadar dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam membimbing, memimpin, dan mengarahkan peserta didik dengan berbagai persoalan dan pertanyaan yang mungkin timbul dalam pelaksannanya. Filsafat dalam arti luas menurut Mudyahardjo (2004, 5) dapat dibagi 2 macam yakni; - Filsafat praktek pendidikan yaitu analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. - Filsafat ilmu pendidikan yaitu analisis kritis dan komprehensif tentang pendidikan dan konsep-konep psikologi pendidikan yang berkaitan dengan teori-teori belajar, pengukuran pendidikan, prosedur-prosedur sistematis tentang penyusunan kurikulum, dan sebagaimana akhinya menjadi teori pendidikan. 2. Bab II : Filsafat Pendidikan a. Filsafat pendidikan sebagai sistem Filsafat ditandai dengan pemunculan atau lahirnya teori-teori atau sistem pemikiran yang dihasilkan oleh para pemikir atau filsuf. Filsafat pendidikan terwujud dengan menarik garis linear anatara filsafat dan pendidikan. Selain pendekatan linier, pendidikan dapat disusun dengan berpangkal kepada pendekatan tertentu dari pada pendidikan itu sendiri. b. Substansi filsafat pendidikan Kedudukan filsafat pendidikan dalam jajaran ilmu pendidikan adalah sebagai bagian dari fundasi-fundasi pendidikan. Berarti bahwa filsafat pendidikan perlu mengetengahkan tentang konsep-konsep dasar pendidikan. c. Hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan Filsafat sebagai pandangan hidup berisi nilai-nilai dan kebenaran yang dinjunjung tinggi oleh penganutnya sekaligus merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan manusia, masyarakat, dan bangsa. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sisten norma-norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan tenaga pendidikan dalam suatu masyarakat. Untuk menjamin agar perlaksanaan pendidkan efektif, maka dibutuhkan landasan-landasan filosofis dan landasan ilmiah sebagai normatif dan pedoman pelaksaan. Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa hubungan fungsional anatara filsafat dan teori pendidikan adalah: - Filsafat dalam arti filosofis merupakan cara pendekatan yang dipakai dalam memecahlan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikan oleh para ahli. - Filsafat berfungsi memberi arah bagi teori pendidikan yang telah ada menurut aliran filsafat tertentu yang memiliki relevansi dengan kebutuhan nyata. - Filsafat dalam hal filsafat pendidikan, mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam mengembangkan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan. 3. Bab III : Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan a. Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan • Filsafat pendidikan idealisme: menyatakan bahwa kenyataan tersusun atas gagasan-gagasan. Prinsipnya aliran idealisme mendasari semua yang ada dan yang nyata di alam ini hanya idea, dunia idea merupakan lapangan rohani dan bentuknya tidak sama dengan alam nyata seperti yang nampak dan tergambar. Yang terpenting dari ajaran ini adalah manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dibanding dengan materi kehidupan manusia. • Filsafat pendidkan realisme : sistem kesilsafatan realisme percaya bahwa dengan sesuatu atau lain cara, ada hal-hal yang adanya terdapat di dalam dan tentang dirinya sendiri, dan yang hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang. Salah seorang tokoh atau penganut realisme mengemukakan bahwa manusia selalu berusaha untuk mencapai tujuan hidup. Tujuan pertama, menyatu dalam hidup yang meruoakan kualitas hidup yang menuju kesempurnaan, sedangkan tujuan kedua, kehidupan sejahtera, damai dan kebahagiaan yang abadi. • Filsafat pendidikan Materialisme Aliran ini menyatakan bahwa benda merupakan sumber segalanya. • Filsafat pendidikan Pregmatisme Menyatakan bahwa pengetahuan adalah apa yang dialami oleh manusia. Menurut john dewey, pendidikan perlu didasrakan pada tiga pokok: - Pendidikan merupakan kebutuhan untuk hidup - Pendidikan sebagai pertumbuhan - Pendidikan sebagai fungsi sosial • Filsafat pendidikan Eksistensialisme Filsafat ini memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. • Filsafat pendidikan Progresivisme Menurut aliran ini kehidupan manusia berkembang secara terus-menerus dalam suatu arah yang positif. • Filsafat pendidikan Perenialisme Perenislisme mengemukakan bahwa situasi dunia saat ini penuh dengan kekacauan dan ketidakpastian, dan ketidak teraturan terutama dalam kehidupan moral, intelektual, dan sosio-kultural. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, maka kembali pada ajarab dan pandangan hidup yang kuat pada jaman dulu. • Filsafat pendidikan Esensialisme Menyatakan bahwa peserta didik memiliki nilai esensial dan perlu dipertahankan. • Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme Merupakan kelanjutan dari cara berfikir progresifisme dalam pendidikan. Indinidu tidak cukup belajar di sekolah tetapi sekolah harus mempelopori masyarakat. 4. Bab IV : Filsafat Pendidikan Pancasila a. Pandangan Filsafat pancasila tentang manusia, masyarakat, pendidikan dan nilai. - Filsafat Pancasila tentang Manusia: pacasila sebagai dasar dan nilai yang dijunjung tinggi oleh manusia - Filsafat pancasila tentang masyarakat : Hakekat masyarakat telah dijelaskan bahwa masyarakat-bangsa dan negara indonesia menuju masyarakat yang aman, damai, sejahtera, terbuka,adil, dan makmur. - Pandangan filsafat pancasila tentang pendidikan Pendidikan berlansung di keluarga, rumah, sekolah, dan masyarakat. - Pandangan filsafat pendidikan tentang nilai Pembangunan nasional adalah upaya bangsa untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana yang sudah dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan sumber nilai bagi bangsa indonesia. b. Pandangan Filsafat Pendidikan PancasilanTerhadap Sistem Pendidikan Nasional Sebagai acuan penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, UUD 1945 Pasal 31 yang baru sebagai hasil amandemen Agustus 2002 menjadi: - Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. - Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional - Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. 5. Bab V : Hakekat Ilmu Pendidikan a. Hakekat Pendidikan • Pengertian Hakekat pendidikan Pada hakekatnya pendidikan bukan membentuk, bukan menciptakan seperti yang diinginkan, tetapi menolong, membantu dalam arti luas. Membentu menyadarkan anak tentang potensi seoptimal mungkin, mmberikan pengetahuan dan keterampilan, memberikan latihan-latihan, memotivai untuk terlibat dalam pengalaman-pengalaman yang berguna, mengolah materi pelajaran sehingga peserta didik bernafsu untuk menguasainya dan meningkatkan intensitas proses pembelajaran. Untuk memberi pemahaman akan hakekat dan pengertian pendidikan, berikut ini sejumlah pendapat yang dikemukakan oleh para ahli yaitu: - pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku dalam usaha mendewasakan seseorang melalui peelatihan dan pengajaran. - dalam arti sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan sebagai sebuah proses dan metode-metode tertentu - pendidikan berarti kegiatan yang bersifat kelembagaan. - pendidkan adalah usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mengalihkan segala pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. - hakekat pendidikan adalah proses kegiatan mengubah perilaku individu kearah kedewasaan. • Tujuan Pendidikan Dengan adanya tujuan pendidikan, peserta didik harius mampu tujuan yang sudah ditetapkan sesuai dengan kurikulum. Pesesrta didik setelah selesai pembelajaran, maka perumusan tujuan, spesifik, terukur, dan berubah hasil belajar, perilaku atau reformemce peserta didik yang mencakup aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. • Pilar Pendidikan Pendidikan harus didasarkan pada cinta kasih sesama, cinta masyarakat, cinta bangsa dan negara, sebagai modal dasra timbulnya dan berkembangnya pengabdian warga negara. • Aliran-aliran Pendidikan - Nativisme: pribadi seseorang ditentukan oleh bawaan lahir - Naturalisme: pribadian seseorang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa - Empirisme: pekembangan seorang anak ditentukan oleh lingkungan - Konvergensi: pendidikan dapat diberikan, dapat dari pembawaan dan lingkungan. - Lingkungan pendidikan: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah,dan lingkungan masyarakat. b. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter adalah bagaimana menanamkan kebiasaan tentang hal-hal yang baik dalam kehidupan , sehingga seseorang memiliki kesadaran dan pemahaman yang tinggi. c. Hakekat Mnusia Pandangan tentang manusia adalah manusia sebagai mahluk berfikir (homo sapiens), manusia sebagai mahluk suka berbuat sesuatu (homo faber), manusia juga bisa dididik, manusia juga suka berkawan dan berhati nurani serta memiliki rasa ingin tahu. Manusia memiliki eksistensi manusia yakni: manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk susila, sebagai makhluk religius. d. Hakekat Masyarakat e. Hakekat peserta didik f. Hakekat Pembelajaran g. Landasan-landasan Pendidikan: landasan agama,landasan filsafat, landasan sosiologi, landasan hukum, landasan moral. h. Asas-asas pendidikan: asas pendidikan sepanjang hayat, asas kasih sayang, asas demokrasi, asas keterbukaan dan transparansi, asas kualitas, asas tanggung jawab, panca darma taman sisiwa. BAB III KEUNGGULAN Adapun kelebihan dari buku ini adalah sebagai berikut : 1. Pada buk ini, isi buku menjelaskan secara luas mulai dari pengertian filsafat pendidikan sampai filsfat pendidikan dalam aspek-aspek lain. 2. Format penulisan buku sudah jelas dan mudah dipahami pembaca 3. buku menjelaskan dengan jelas setiap sub sub bahasan pada setiap bab 4. Bahasa penulisan buku mudah untuk dimengerti pembaca 5. buku menjelaskan keseluruhan isi buku sesuai dengan Judul buku 6. buku memiliki indikator yang harus dicapai pembaca pada setiap awal bab 7. Memiliki banyak referensi yang mendukung 8. Buku ini lebih luas dalam menjelaskan materi yang berhubungan dengan filsafat pendidikan. 9. menampilkan ringkasan buku yang terdapat pada belakang buku BAB IV KELEMAHAN 1. Buku ini tidak melampirkan biografi penulis 2. Buku ni masih ada kekurangan sedikit tentag penjelaskan materi yang berhubungan dengan filsafat pendidikan. 3. Kedua buku tidak banyak melampirkan gambar yang menjadi salah satu penarik perhatian pembaca. BAB V PENUTUP 1.1 Kesimpulan Filsafat Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari atau membahas pendidikan secara filosofis. Filsafat dan filsafat pendidikan memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, filsafat melandasi dan melatarbelakangi lahirnya filsafat pendidikan. Senada juga filsafat dan pendidikan memiliki hubungan yang berkait, filsafat menjadi kerangka dasar yang melandasi praktik pendidikan, dan pendidikan menjadi media aktualisasi konsep-konsep filsafat. Demikian pula filsafat pendidikan dan pendidikan memiliki hubungan timbal-balik yang saling membangun dan menguntungkan untuk kemajuan dunia pendidikan yang terus berkembang pesat; filsafat pendidikan sebagai landasan filosofis, kaidah nilai dan pola pelaksanaan pendidikan, dan pendidikan menjadi bahan pemecahan filsafat pendidikan.. 1.2 Saran Berdasarkan hasil Critical Book Report, menyarankan supaya filsafat pendidikan dipelajari dan dipahami semua lapisan baik guru, orang tua maupun masyarakat sehingga meningkatkan prestasi anak dalam berbagai hal kehidupan. Selain itu juga menyarankan kepada penulis supaya membuat tampilan isi buku yang lebih menarik misalnya dengan mencantumkan gambar gambar contoh. Dalam mengkritisi cbr ini kami mungkin masih terdapat kesalahan – kesalahan, sehingga kami mengaharapkan kritik dari pembaca agar laporan yang kami buat ini menjadi lebih baik dan lebih sempurnaan.

No comments:

Post a Comment